Tiga Pengakuan tanpa disertai pembuktian yang termasuk kebohongan besar



Menurut Hatim bin ‘Alwan ada tiga pengakuan tanpa disertai pembuktian yang termasuk kebohongan besar, diantarannya adalah:
            Pertama, mengaku mencintai Allah akan tetapi tidak berhati-hati dan tidak menjauhi hal-hal yang diharamkan olehNya. Menjauihi segala apa yang dilarang merupakan sebagian bentuk ketaqwaan hamba kepada Tuhannya sehingga jika ada seseorang yang mengaku mencintai Allah akan tetapi ia tidak menjauhi segala yang dilarang (diharamkan) maka pengakuannya itu adalah kebohongan besar.
            Kedua, mengaku cinta kepada Nabi tetapi tidak mencintai orang-orang fakir. Nabi Muhammad SAW sangat mencintai orang-orang fakir, itu tercermin dari kehidupan beliau yang sangat mencintai kesederhanaan, bukan hanya mencintai kesederhanaan saja tetapi beliaupun menerapkan kesederhanaan dalam kehidupannya. Hal yang sama pun diterapkan oleh Sulthanulauliya Syekh Abdul Qadir Jailani, apabila ada orang fakir yang bertamu kerumahnya maka tanpa menunda-nunda beliau segera menyambutnya dengan penuh kebahagiaan.
            Ketiga, mengaku mencintai surga akan tetapi tidak mau menginfaqkan hartanya (bakhil). Diceritakan dalam sebuah hikayat bahwasannya bakhil itu merupakan cabang pohon yang akarnya menjuntai sampai ke neraka, sehingga wajar saja apabila ada yang mengaku mencintai surga tetapi ia masih bakhil termasuk kebohongan besar.

Wallahu’alam

0 Response to "Tiga Pengakuan tanpa disertai pembuktian yang termasuk kebohongan besar"

Post a Comment